banguntri

Just another WordPress.com site

HIKAYAT AZAIR SYUN

pada September 20, 2011

Maka alkisahnya ada seorang penjaja pedagang Cina ia selalu membawa barang niaga itu pada punggungnya maka seorang berbisik di pekan itu maka katanya: “Dialah Azair Syun pendekar orang Syati.”
Sanya Azair Syun itu seorang pedagang yang ramah tamah, ia pandai berniaga, kecerdasan otaknya itu terpuji pada masa kecilnya ia bodoh dan nakal ia pernah belajar di lanah orang Syuti tentang Tae Syu Khan hanya dikeluarkan dari lanah itu karena terlalu nakal dan bodoh.
Maka ayahnya menyuruk akan dia itu berniaga, adakalanya seorang dua hendak berguru kepadanya tatepi ia selalu menolak katanya dengan halus: “Saya ini bukan guru, saya seorang bodoh dalam pendidikan belajarlah pada tuan guru itu.” Maka disuruhlah orang itu belajar kepada orang lain.
Maka ia tidak empunya seorang tamidpun bahkan anak-anaknya sendiripun enggan belajar kepadanya apalah pula ada kabar-kabar angin tentang dia itu.
Maka ilmu perkelahiannya itu tiadalah ia turunkan. Maka pada suatu ketika ia menjajakan berang niaganya itu akan sebuah pekan di kota kecil Cuhayt. Maka kala ia jajakan itu datanglah empat orang penyamun menilik akan pakaian pentingkahnya itu mereka adalah orang Cina Utara, maka keempat penyamun itu segera memilih-milih dagangan itu lalu ia hendak merampas pula uang Azair Syun itu, semula Azair Syun biarkan kelakuan mereka itu, lalu katanya: “Pilihlah barang yang tuan sukai lalu bayarlah seharga barang itu tetapi uang yang tuan pegang itu uang saya, mungkin tuan salah ambil.” Maka keempat penyamunpun terlalu amat marahnya lalu dihunusnya pedang tetapi kala pedang itu mereka tebaskan dan bersabunglah pedang itu diatas rahapan kepala Azair Syun itu, lalu riwayatnya semua pedang penyamun itu dan dirawatnya pula keempat orang penyamun itu sehingga semua roboh, maka dapatlah ia ketahui bahwa seorang diantara penyamun itu asykar kota itu.
Maka alkisah Azair Syun pun dihadapkan akan pengadilan dikota kecil itu, maka hakimpun kala memeriksa selalu menyalahkan dia dan perampas itu ia sebut sebagai pengawal kota, lali timbullah perbantahan dan membawa-bawa Islam dan tengah menghina Islam itu, maka Azair Syun menoleh dan dilihatnya dia hanya dijaga oleh dua orang asykar, maka dengan cepat ia rawat kedua asykar itu lalu ia rentahkan, maka orangpun ribut tetapi semua pedagang itu ingin membantu Azair Syun itu tetapi mereka berteriak-teriak. Lalu hakimpun bangkit hendak mencabut senjata keway beracun itu, maka Azair Syun langsung menampar hakim itu sampai terbalik kepalanya, ia pergi dan tiada seorangpun yang menghiraukan dia.
Maka rusuhlah kota kecil itu dan asykar berbantah dengan asykar dalam kerusuhan itu raja kotapun beberapa orang asykar melarikan diri, tatkala itu Timur-I-Lang mulai menduduki kota kecil itu, tetapi Azair Syun tidak memperdulikannya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: