banguntri

Just another WordPress.com site

Tempat Wisata Air Terjun Jumog

Selamat datang di Blog saya, hari ini saya akan memposting tentang tempat wisata yang sudah saya kunjungidengan beberapa teman saya. Langsung saja saya akan memerangkan , yaitu Air Terjun Jumog. Mungkin dari sebagian anda ada yang sudah mengerti dan ada yang belum pernah kesana. Air terjun ini berada di daerah Karanganyar. Jika anda dari Solo (kotanya) maka anda hanya memerlukan waktu 1jam. Anda harus berhati-hati saat sudah mencapai kawasan wisata karena jalan yang mananjak dan berliku. Saya sarankan ana berhati hati saja. Untuk jalannya sangat mudah karena sudah ada petunjuk arahnya. Untuk harga masuknya hanya Rp. 3.000,00 (tiga ribu rupiah) murahkan?

berikkut beberapa penampakan yang akan saya tampilkan. Maksudnya penampakan keindahannya.

Silahkan bila anda ada waktu silahkan anda mengunjungi tempat ini. Selain itu ada juga tempat wisata Kemuning, Tawangmangu , Grojogan Sewu, Parang Ijo.
Akan saya posting lain kali.

Iklan
Tinggalkan komentar »

Paper Craft

Ini hobi terbaruku, ya bisa dibilang seperti anak-anak. Pertama apa itu papercraft? dari yang saya tahu papercraft adalah seperti origami tapi bukan origami disini kita memerlukan 3 alat utama yaitu GUNTING, LEM, PENSIL, ada melipat, mengelem, dan kadang kita harus berkreasi sendiri. Sampai saat ini saya belum bisa membuat sendiri, tapi masih belajar membuat sendiri. Sekarang saya sudah membuat 9 macam.

beberapa hasil dari papercraft saya

Kalau anda ingin membuat sendiri , ada beberapa Link Web yang saya berikan
Tinggalkan komentar »

BAGIAN 3 KETAHANAN NASIONAL


A. PEMAHAMAN AWAL
1. Asal Usul Kata
Ketahanan Nasional berasal dari kata :
a) Ketahanan :
Tahan, yang berarti kata sifat, yang berarti kondisi, dimana sewaktu – waktu dapat berubah membaik atau pun memburuk. Dalam bahasa Inggris dikatakan sebagai RESILIENCE. Ini berbeda dengan pertahanan atau dalam bahasa Inggrisnya DEFENCE, yang lebih memiliki makna pasif, atau sekedar mempertahankan diri belaka.
b) Nasional :
Nasional dapat kita artikan sebagai Indonesia.
Oleh karena itu Ketahanan Nasional dapat di artikan sebagai :
Kondisi dinamis bangsa Indonesia yang berisi keuletan danketangguhan untuk dapat mengatasi segala ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan yang dating dari dalam maupun luar, demi tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kondisi dalam hal ini bersifat dinamis, maksudnya, pada suatu saat bisa saja, kondisi ini dalam keadaan prima / baik, namun tidak mustahil apabila pada saat – saat tertentu, dapat saja memburuk atau menurun. Membaik dan memburuknya kondisi ini, sangat bergantung kepada situasi dan kondisi yang terdapat pada masa tersebut.
2. Perkembangan Pemikiran Ketahanan Nasional
Pemikiran mengenai Ketahanan Nasionaldi Indonesia, muncul sebagai akibat dari kondisi Indonesia yang cukup heterogen, baik dilihat dari sisi alamiah maupun sisi sosialnya.
Dari sisi alamiah, Indonesia memiliki letak geografis yang sangat strategis, kekayaan alam yang melimpah, meskipun membutuhkan tehnik dan capital yang tidak mudah, serta ancaman ledakan penduduk dan distribusi yangkurang merata.
Dari sisi social, terdapat kondisi ketahanan nasional pada aspek ideology, dimana ideology Indonesia Pancasila, tidak lagi menjadi satu – satunya ideology yang ditawarkan, pada aspek politik, derasnya arus demokratisasi ala barat, yang menawarkan one man one vote sedikitbanyak mengancam demokrasi asli ala Indonesia, yang senantiasamengedepankan musyawarah untuk mufakat. Pada sisi Ekonomi, harga barang yang senantiasa naik dan ketergantungan kita pada barang – barang impor yang mengakibatkan lemahnya nilai rupiah juga senantiasa mengancam. Tidak kalah menariknya, sisi social budaya, dimana kita memiliki ribuan budaya yang masing – masing memiliki tata nilai dan normayang berbeda sebagai akibat perbedaan tempat tinggal ataupun kondisi alam tempat berdiam rakyat Indonesia. Last but not least, Sisi pertahanan & keamanan yang memerlukan pemikiran mendalam dengan mengingat luasnya wilayah territorial, serta kemampuan ekonomi Negara untuk meremajakan alutsistanya.
B. INDIKATOR KETAHANAN NASIONAL
1. Aspek Alamiah
Pada aspek alamiah yang terdiri dari ; letak geografis Indonesia, kekayaan alam Indonesia serta penduduk, merupakan anugerah dari Tuhan YME, dimana kita tidak dapat melakukan rekayasa demi kepentingan kita.
Pada sisi letak geografis misalnya, kita tidak dapat melakukan bargainingdengan Tuhan YME, dengan meminta dari pada memiliki wilayah kepulauan dengan 2 juta km2 daratan dan 3 juta km2 perairan, menjadi 3,5 juta km2 daratan yang disatukan serta 1,5 juta km2 kawasan perairan saja.
Demikian pula pada kekayaan alam, kita juga tidak dapat melakukannegosiasi dengan Tuhan YME, untuk mendekatkan kedalaman sumber minyak bumi kita dengan daratan untuk memudahkan eksplorasi dan eksploitasi misalnya.
Hal yang sama terjadi pula pada penduduk Indonesia, kita tidak dapat meminta kepada Tuhan agar menciptakan manusia – manusia unggul saja di Indonesia. Manusia yang kurang pintar, sakit – sakitan tidak usah dilahirkan di Indonesia misalnya.
Dengan kata lain, terhadap aspek alamiah kita tidak dapat melakukanrekayasa agar tercapai suatu kondisi seperti yang kita inginkan, namun kita harus dapat menyesuaikan diri dengan kondisi yang sudah ada.
2. Aspek Sosial
Berbeda dengan aspek alamiah, pada aspek social, kita dapat melakukan rekayasa, agar dapat dicapai suatu keadaan sesuai denga keinginan kita demi tercapainya kondisi ketahanan nasional yang kita harapkan. Pada aspek social ini, dapat kita lihat beberapa indicator yang bisa kita jadikan patokan dalam merekayasa keadaan.
a) Ideologi
Pada aspek Ideologi, terdapat beberapa indicator seperti :
· Sudahkah seluruh rakyat Indonesia menerima Pancasila sebagai ideology negara ?
· Masih adakah rakyat Indonesia yang menanyakan Pancasila sebagai ideology negara ?
· Adakah rakyat Indonesia yang ingin mengganti Pancasila sebagai ideology negara ?
Indikator tersebut dapat kita gunakan untukmengetahui apakah ketahanan nasional bidang ideology kita sudah kuat. Apabila ternyata diketahui adanya ancaman terhadap ideology negara, maka kita masih dapat melakukan tindakan – tindakan untuk melakukan pencegahan.
b) Politik
Pada aspek Politik, terdapat beberapa indicator seperti :
· Masihkah mekanisme musyawarah untuk mufakat dilaksanakan di Indonesia ?
· Bagaimanakah penerimaan rakyat Indonesia terhadap putusan yang dihasilkan atas dasar musyawarah untuk mufakat ?
· Adakah rakyat Indonesia yang menginginkan penggunaan demokrasi barat secara mutlak dalam kehidupan sehari – hari ?
Indikator tersebut dapat kita gunakan untukmengetahui apakah ketahanan nasional bidang politik kita sudah kuat. Apabila ternyata diketahui adanya ancaman terhadap bidang politik, maka kita masih dapat melakukan tindakan – tindakan untuk melakukan pencegahan.
c) Ekonomi
Pada aspek Ekonomi, terdapat beberapa indicator seperti :
· Bagaimanakah kondisi harga – harga barang dan jasa di Indonesia ?
· Bagaimana pula kondisi kurs mata uang Indonesia (rupiah) terhadap mata uang asing ? penerimaan rakyat Indonesia terhadap putusan yang dihasilkan atas dasar musyawarah untuk mufakat ?
· Surplus atau minuskah neraca perdagangan Indonesia terhadap negara asing ?
Indikator tersebut dapat kita gunakan untukmengetahui apakah ketahanan nasional bidang ekonomi kita sudah kuat. Apabila ternyata diketahui adanya ancaman terhadap bidang ekonomi, maka kita masih dapat melakukan tindakan – tindakan untuk melakukan pencegahan.
d) Sosial Budaya
Pada aspek Sosial Budaya, terdapat beberapa indicator seperti :
· Sudahkah tercipta sikap hidup yang damai di Indonesia di tengah kebhinekaan kondisi sosial dan budaya ?
· Masih adakah pemikiran tentang chauvinisme sempit dimasyarakat Indonesia, dengan mengagung – agungkan budaya sendiri dibandingkan budaya lain ?
· Adakah perselisihan yang masih timbul sebagai akibat interkasi antara social budaya suatu suku bangsa dengan suku bangsa yang lainnya ?
Indikator tersebut dapat kita gunakan untukmengetahui apakah ketahanan nasional bidang social budaya kita sudah kuat. Apabila ternyata diketahui adanya ancaman terhadap bidang social budaya, maka kita masih dapat melakukan tindakan – tindakan untuk melakukan pencegahan.
e) Pertahanan & Keamanan
Pada aspek Pertahanan & Keamanan, terdapat beberapa indicator seperti :
· Bagaimanakah kondisi crime index di Indonesia ?
· Adakah dark number yang cukup sigifikan di luar crime index resmi di Indonesia ?
· Apakah masih terdapat gangguan dari negara lain terhadap kedaulatanteritorial Indonesia ?
Indikator tersebut dapat kita gunakan untukmengetahui apakah ketahanan nasional bidang Pertahanan & Keamanan kita sudah kuat. Apabila ternyata diketahui adanya ancaman terhadap bidang Pertahanan & Keamanan, maka kita masih dapat melakukan tindakan – tindakan untuk melakukan pencegahan.
C. INTERAKSI ANTAR ASPEK – ASPEK DALAM KETAHANAN NASIONAL
1. Ideologi – Politik
Ideologi Pancasila melandasi setiap kegiatan politik di Indonesia, maka seyogyanya metode musyawarah untuk mufakat senantiasa dikedepankan dalam setiap proses politik.
2. Ideologi – Ekonomi
Ideologi Pancasila juga melandasi perekonomian di Indonesia, sehingga kegiatan perekonomian senantiasa mendasarkan pada pasal 33 UUD, yang salah satunya adalah denga mengedepankan azas kekeluargaan dan prinsip usaha bersama.
3. Ideologi – Sosial Budaya
Bahwa Pancasila sebenarnya merupakan kristalisasi budaya di Indonesia, sehingga tidak ada alas an untuk menjadikan budaya sebagai alat pemecah di Indonesia.
4. Ideologi – Hankam
Sebagai dasar dalam mempertahankan kedaulatan, Panca Sila merupakan landasan dalam memupuk rasa cinta tanah air, serta menciptakan rasa aman bagi masyarakat Indonesia.
5. Politik – Ekonomi
Pengembangan konsepsi ekonomi Pancasila yang berbasis pada ekonomi kerakyatan, sangat tergantung dari political will pemerintah.
6. Politik – Sosial Budaya
Political will pemerintah harus senantiasa mengarah kepada pengembangan social budaya di Indonesia, dan bukannya memberikan sumbangan yang kontra produktif terhadap pengembangan social budaya di Indonesia, seperti RUU APP tempo hari.
7. Politik – Hankam
Perlunya penciptaan regulasi / peraturan yang mendukung terciptanya kondisi kamtibmas yang kondusif di Indonesia, serta terjaganya kedaulatan NKRI.
8. Ekonomi – Sosial Budaya
Untuk meningkatkan kondisi ekonomi, kita harus pula melihat bagaimana sisi budayanya, misalnya : konsepsi mangan ora mangan anggere ngumpul merupakan penghambat dalam kita mencoba meningkatkan perekonomian masyarakat jawa, melalui jalur transmigrasi.
9. Ekonomi – Hankam
Dalam meningkatkan kondisi hankam, tidak terlepas pula dari peremajaan alutsista, namun yang perlu mendapat perhatian adalah kemampuan keuangan negara.
10. Sosial Budaya – Hankam
Penciptaan suasana yang kondusif dalam interaksi antar budaya yang berbeda di Indonesia, serta perlunya penciptaan nilai bela negara serta menumbuh kembangkan norma – norma tentang bela negara.

data source : koesoemadjiacademic.wordpress.com
Tinggalkan komentar »

Aspek Wawasan Nusantara

Terdapat 2 Aspek , yaitu aspek alamiah dan asapek sosial. Aspek alamiah terdiri dari letak geografis, SDA, dan SDM. Sedangkan aspek sosial terdiri dari ideologi, politik, ekonomi, sosialbudaya, dan Hankam. Disini terdapat beberapa Kelebihan, Kekurangan, Peluang, dan Ancaman.
1.       Aspek Alamiah
a.       Letak Geografis
                                                              i.      Kelebihan           : Strategis
                                                            ii.      Kekurangan        : Terbuka ( garis pantai sepanjang 84.000km) sulit mengawasi beberapa titik garis pantai.
                                                          iii.      Peluang                               : jalan Export dan Import
                                                           iv.      Ancaman             : Rawan penyelundupan
b.      SDA
                                                              i.      Kelebihan           : Kaya akan hasil bumu (laut, hutan , tambang)
                                                            ii.      Kekurangan        : Letak SDA yang jauh, dan setiap pengelolaan membutuhkan teknologi
                                                          iii.      Peluang                               : negara kaya,
                                                           iv.      Ancaman             : keluar biaya ekstra untuk pengelolaan SDA dari pihak lain.
c.       SDM      
                                                              i.      Kelebihan           : Jumlah penduduk Indonesia banyak(kuantitas)
                                                            ii.      Kekurangan        : distribusi / persebaran penduduk tidak teratur
                                                          iii.      Peluang                               : terbukanya pasar tenaga kerja.
                                                           iv.      Ancaman             : pertahanan lemah(karena ketidak aturan distribusi)
2.       Aspek Sosial     
a.       Ideologi
                                                              i.      Kelebihan           : Indonesia memiliki Pancasila sebagai dasar negara,yang hanya dimiliki oleh negara Indonesia
                                                            ii.      Kekurangan        : Banyaknya persepsi tentang Pancasila dan adanya paham baru
                                                          iii.      Peluang                               : merupakan alat pemersatu bangsa .
                                                           iv.      Ancaman             : Menimbulkan keretakan diantara individu dan organisasi, dan munculnya paham paham baru dan golongan-golongan baru
b.      Politik  
                                                              i.      Kelebihan           : penyaluran tuntutan  dan pemeliharaan tinggi, partisipasi masyarakat tinggi(dalam PEMILU)
                                                            ii.      Kekurangan        :  para politisi, penguasa, atau penggiat demokrasi tidak sama dengan yang dimaknai oleh masyarakat. (sumber : http://www.mudjiarahardjo.com/artikel/112-etik-dan-pragmatik-dalam-berdemokrasi.html)  
                                                          iii.      Peluang                               : sehingga HAM bisa terpenuhi  dan juga aspirasi dari masyarakat umum terpenuhi
                                                           iv.      Ancaman             : Akibatnya terjadi apa yang dalam studi ilmu bahasa disebut semantic gap, yakni kesenjangan makna antara produser dan masyarakat sebagai mitra.
c.       Ekonomi
                                                              i.      Kelebihan           : ekonomi Indonesia berstruktur ekonomi agraris(Lebih dari 50% GDP berasal dari sektor primer sehingga pendapatannya sangat tergantung pada fluktuasi produksi sektor primer(sektor pemerintahan,pertanian dan perindustrian) tersebut
                                                            ii.      Kekurangan        : Indonesia masih menggantungkan negara lain dalam pemenuhan kebutuhan ekonominya,seperti masihnya impor beras dari negara lain.
                                                          iii.      Peluang                               : Indonesia merupakan penghasil export tentang bahan mentah untuk negara lain.
                                                           iv.      Ancaman             : produk dari Indonesia sepertinya sudah tersaingi oleh produk negara lain ,padahal Indonesia mampu memproduksinya.
d.      Sosial Budaya
                                                              i.      Kelebihan           : memiliki bermacam-macam budaya dan suku(heterogen)
                                                            ii.      Kekurangan        : kurangannya perhatian dari pemerintah terhadap budaya dan suku(masyarakat terpencil)
                                                          iii.      Peluang                               :Indonesia kaya akan budaya dan suku bangsa
                                                           iv.      Ancaman             : adanya klaim kebudayaan oleh negara lain.
e.      Hankam
                                                              i.      Kelebihan           : banyaknya aparatur penegak hukum di Indonesia
                                                            ii.      Kekurangan        : pengawasan yang dilakukan TNI/ POLRI masih kurang
                                                          iii.      Peluang                               : terciptanya keadilan.
                                                           iv.      Ancaman             : adanya celah keamanan wilayah, munculnya terorisme.
Tinggalkan komentar »

Five Forces Model Porter.
Analisis ini dikemukan oleh Michael E. Porter. Five Forces Model Porter adalah strategi bisnis yang digunakan untuk melakukan analisis dari sebuah struktur industri. Analisis tersebut dibuat berdasarkan 5 kekuatan kompetitif yaitu:
1. Masuknya Kompetitor. Bagaimana Cara yang mudah atau sulit untuk kompetitor baru untuk mulai bersaing industri yang sudah ada
2. Ancaman Produk atau Jasa pengganti. Cara mudah masuknya produk atau jasa yang dapat menjadi alternatif dari produk atau jasa yang sudah ada, khususnya yang dibuat dengan biaya lebih murah.
3. Daya tawar dari pembeli. Bagaimana kuatnya posisi pembeli. Pembeli mempunyai kekuatan utk menentukan kemana dia akan melakukan transaksi.
4. Daya tawar dari supplier. Bagaimana kuatnya posisi penjual. Apakah ada banyak supplier atau hanya beberapa supplier saja, bisa jadi mereka memonopoli supply barang.
5. Persaingan di antara pemain yang sudah ada. Bagaimana kuatnya persaingan diantara pemain yang sudah ada.Apaka ada pemain yang sangat dominan atau semuanya sama.
Kadang ditambahkan kekuatan kompetitif yang ke-enam yaitu:
6. Pemerintah

Five Forces Model Porter merupakan salah satu yang paling sering digunakan dalam strategi bisnis. Model ini telah banyak digunakan dalam berbagai macam kesempatan. Model Porter ini sangat kuat baik dari dalam maupun luar industri.
Mari kita bahas hal2 yang mempengaruhi kelima kekuatan tadi:
Ancaman Kompetitor baru tergantung pada:
-Skala ekonomis 
-Modal utk investasi 
-Akses utk distribusi 
-Akses ke teknologi 
-Brand loyalty, apakah pelanggan setia dengan brand tertentu 
-Peraturan Pemerintah
Ancaman dari Produk, Jasa pengganti tergantung pada:
-Kualitas, Apakah kualitas pengganti tersebut lebih baik atau tidak? 
-Keinginan pembeli utk beralih ke produk jasa pengganti 
-Harga dan performa dari produk jasa pengganti 
-Biaya utk beralih ke produk jasa pengganti. Apakah mudah utk mengubah ke produk lain.
Daya tawar dari pembeli, tergantung pada:
-Konsentrasi dari pembeli, apakah ada pembeli yang dominan atau banyaknya penjual. 
-Diferensiasi dari produk, apakah produk tersebut standar atau tidak 
-Profitabilitas pembeli 
-Kualitas dari produk dan service 
-Perpindahan biaya, seberapa mudah pembeli untuk beralih ke pemasok lain
Daya tawar dari Supplier tergantung pada:
-Konsentrasi dari supplier, Apakah banyak pembeli dan sedikit supplier 
-Brand, apakah brand supplier tersebut sudah kuat 
-Profitabilitas Supplier 
-Pemasok masuk ke dalam industri cth produsen mengatur sendiri gerai ritelnya 
-Pembeli tidak berpindah ke supplier yang lain. 
-Kualitas dari Produk dan service 
-Perpindahan biaya, seberapa mudah pemasok untuk mencari pelanggan baru
Persaingan di antara pemain yang sudah ada tergantung pada:
-Struktur dari kompetisi, persaingan akan semakin hebat apabila terdapat banyak industri kecil atau memiliki ukuran yang sama antar kompetitor. Sebaliknya apabila industri telah memiliki pemimpin pasar maka persaingan akan sedikit. 
-Struktur dari biaya di industri. Industri yang memiliki biaya yang tinggi akan mendorong kompetitor utk menghasilkan produk dan jasa yang lebih murah. 
-Tingkat diferensiasi produk. Industri yang produknya adalah komoditas biasanya akan memiliki persaingan yang besar. 
-Perpindahan biaya. Persaingan akan berkurang apabila pembeli telah beralih ke biaya tinggi.
-Tujuan strategis, Jika kompetitor mengejar pertumbuhan dengan agresif maka persaingan akan semakin besar 
-Ketika hambatan utk meninggalkan industri semakin tinggi maka persaingan akan semakin besar.
Apa sih manfaat dari Five Forces Model Porter ini?
-Model ini merupakan alat yang kuat utk analisis kompetitif di tingkat industri 
-Memberikan input yang berguna untuk melakukan Analisis SWOT


Tinggalkan komentar »

Inilah Caraku menghafalkan pelajaran

lap kanebo

Ini lah caraku menghafalkan sesuatu , terutama pada pelajaran. Pertama jika ingin menghafal janganlah menghafal tapi buat saja inti dari bacaan atau pelajaran dengan cara membacanya , lalu mencatatnya, dan ulangilah untuk ke 2 kalinya sampai semuanya terserap ( kayak lap kanebo ) tau kan lap kanebo , ini ada gambarnya :

Tapi yang kita bahas bukan lapnya ini. Kita akan 
membahas bagaimana kita bisa memahami setiap pelajaran yang diberikan oleh guru atau dosen kita. Jika kita belajar secara tatap muka dengan dosen atau guru kita hanya mendapat 40 %, lalu jika dengan membaca hanya 20% , lalu yang 40% persen yaitu dengan mempraktikan langsung seperti, menulisnya kembali, mengulanginya dengan cara berbicara sendiri(jika ini berhubungan dengan bahasa inggris atau apapun), mengerjakan soal-soal  (digunakan untuk hitung hitungan)

sekian dari saya , daripada bingung mending sekarang kita belajar.

Tinggalkan komentar »

Sony Ericson ( Soner ) T105

hari ini aku mendapatkan Handphone yang aku idamkan , yaitu Sony Ericson T105… walaupun ini jadul tapi bagiku ini pribadiku ( berarti pribadiku jadul?) tidak pribadiku adalah menatap masa depan , yang ku maksud adalah ke simpelan dari ini dan pribadiku,
Yang membuat aku suka dari Handphone ini adalah kedap kedipnya yang warna ijo, kayak detak jantung.. jedak jeduk jedak jeduk. .Ternyata aku dapat ini old stock yang artinya barang ini keluaran lama tapi muka baru(chasing and all other fiture inside)

ga akan ku jual HP ini , hehhehehehe

Tinggalkan komentar »

Menampilkan Translator pada blogspot

mau menambahkan translator
copy aja ini html di bawah ini

function googleTranslateElementInit() {
  new google.translate.TranslateElement({
    pageLanguage: ‘auto’,
    autoDisplay: false
  }, ‘google_translate_element’);
}

Tinggalkan komentar »

Membuat "read more….." atau "baca selengkapnya…"

1. Buka template klik link: Layout-> Edit HTML -> Kasih tanda cek pada CheckBox “expand widget tempate
2. Letakkan kode berikut PERSIS di ATAS nya kode 
(Pengin cepat, gunakan fasilitas Find pada browser kamu).



span.fullpost {display:inline;}

span.fullpost {display:none;}

3. Klo sudah, cari kode berikut:


(kalo ga ada, cari aja kode: -tanpa embel-embel:

 maupun 

)
Letakan kode berikut persis di bawahnya:


Read More..

4. Klik Simpan. Selesai.
5. Pergilah ke halaman SETTING, dengan klik link SETTINGS atau Pengaturan, terus klik FORMATTINGatau Format. Di paling bawah ada kotak kosong di samping menu TEMPLATE POSTING. Tengoklah apakah sudah ada isi kode berikut. Jika belum isi saja kodenya secara manual. Kode dimaksud adalah ini nih….:

Trus, jangan lupa simpan hasil SETTING atao PENGATURAN-mu.

wa… melelahkan ya..? eit jangan khawatir, langkah-langkah tadi cukup kamu lakukan SEKALI SEUMUR HIDUP….. 🙂 :-), kecuali kalo kamu mao ganti template, langkah tadi ya kamu ulangi lagi…. Makanya jangan keseringan gonta-ganti template ya…

Nah… sekarang gimana cara menggunakannya??
Klo yang ini musti kamu lakukan setiap kali kamu posting berita. Tapi kodenya cuma dikit kok, dan kamu bisa lakukan dengan teknik copy-paste.

Tinggalkan komentar »

JURNAL TENTANG EKONOMI ISLAM

Ini adalah tugas dari dosen Agama saya di Universitas Diponegoro, ini tugas tentang ekonomi islam (bentuknya jurnal) ada abstrakknya..
dapat di download di bawah ini
format nya rar.

AGAMA.rar

Tinggalkan komentar »